Korban Perang Israel-Iran Terus Bertambah: 78 Tewas di Iran, 10 di Israel

Info Putussibau – Korban serangan akibat ketegangan antara Israel dan Iran terus bertambah. Sedikitnya 88 orang tewas hingga Minggu (15/6/2025), termasuk anak-anak, sementara lebih dari 500 orang lainnya terluka di kedua negara akibat serangan udara dan rudal yang saling dilancarkan.
Israel melancarkan serangan awal ke sejumlah target strategis di Iran pada Kamis (12/6/2025). Duta Besar Iran untuk PBB menyebutkan, sedikitnya 78 orang tewas dan 320 lainnya terluka akibat serangan tersebut. Israel menyasar pusat pertahanan udara, fasilitas minyak, dan situs nuklir utama seperti Natanz, Isfahan, dan Fordo.
Kementerian Perminyakan Iran mengonfirmasi dua depot bahan bakar di Teheran terkena serangan. Kebakaran besar juga terjadi di depot minyak Shahran, sementara markas besar Kementerian Pertahanan Iran dilaporkan mengalami kerusakan. Namun, hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari kementerian terkait.
Baca Juga : Perbandingan Kekuatan Militer Israel Vs Iran, Cek 8 Indikator Ini
Sebagai balasan, Iran meluncurkan puluhan rudal ke wilayah Israel mulai Sabtu malam hingga Minggu dini hari. Serangan tersebut menewaskan 10 orang dan melukai sekitar 200 warga lainnya. Ledakan terdengar di Tel Aviv, Yerusalem, dan kota besar lainnya. Militer Israel menyatakan berhasil mencegat tujuh drone yang mengarah ke wilayahnya.
Sementara itu, kelompok Houthi di Yaman mengklaim ikut menyerang Israel dengan menembakkan rudal sebagai bentuk solidaritas terhadap Iran.
Diplomasi Nuklir Terancam Gagal
Ketegangan militer ini juga mengancam proses diplomasi nuklir antara Iran dan negara-negara Barat. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut Israel telah melewati “batas merah” dengan menyerang fasilitas nuklir. Sebagai protes, Iran mengumumkan pembatasan kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Iran juga membatalkan keikutsertaannya dalam pertemuan putaran keenam negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat yang sedianya digelar di Oman, selama serangan Israel masih berlangsung.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa Iran tidak akan berpartisipasi dalam negosiasi selama Israel terus meluncurkan agresi militer.















