Info Putussibau – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memastikan bahwa tablet dan laptop yang digunakan siswa di Sekolah Rakyat (SR) telah disetting secara khusus agar tidak dapat mengakses konten negatif. Langkah ini diambil untuk menjaga keamanan digital serta mendukung lingkungan belajar yang positif bagi siswa dari kelompok rentan.

“Ya pasti, ini kan disetting khusus. Gak bisa dipakai selain untuk kepentingan belajar,” ujar Gus Ipul di Jakarta, Rabu (2/7/2025).
Kolaborasi Kemensos dan Komdigi Jaga Keamanan Digital
Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memastikan bahwa perangkat digital yang sekolah berikan kepada siswa benar-benar aman dan tidak bisa siswa salahgunakan.
“Kita sudah kerja sama dengan Komdigi dan insya Allah akan diseleksi secara ketat,” tegas Gus Ipul.
Tablet dan laptop tersebut akan pihak sekolah batasi hanya untuk aplikasi pembelajaran dan materi pendidikan, sehingga siswa tidak bisa mengakses situs hiburan, media sosial, maupun konten berbahaya lainnya.
Baca Juga : Soal Konflik Ambalat RI-Malaysia, Menhan: Kita Negara Tetangga, Sebaiknya Rukun
Untuk Siswa dari Tingkat Dasar hingga Menengah
Program distribusi perangkat digital ini mencakup siswa dari semua jenjang pendidikan di Sekolah Rakyat, mulai dari tingkat dasar hingga menengah. Meski belum menjadi hak milik siswa, tablet dan laptop ini akan pemerintah pinjamkan selama masa pendidikan.
“Ya, untuk sementara digunakan untuk kepentingan belajar dulu. Nanti kita lihat sampai dia lulus,” jelas Mensos.
Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen Kemensos dalam meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak tidak mampu dan kelompok rentan. Terutama mereka yang berada di bawah naungan program Sekolah Rakyat.
Mendorong Pemerataan Akses Teknologi Pendidikan
Program tablet dan laptop ini pemerintah harap dapat mempercepat pemerataan akses teknologi pendidikan bagi seluruh siswa, termasuk di daerah tertinggal. Dengan sistem yang aman dan tertutup. Siswa di Sekolah Rakyat tetap dapat belajar secara digital tanpa harus menghadapi ancaman konten negatif yang merusak.
Gus Ipul juga menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi penggunaan perangkat akan pemerintah lakukan secara berkala agar tetap sesuai dengan tujuan awal. Yakni menunjang proses pembelajaran siswa.














